Maya Dewi dari Novel Cantik itu Luka.
Alasan mengapa aku memilih karakter Maya Dewi, karena bagiku ia memiliki kepribadian yang kuat tetapi bisa menampilkan sisi keibuan dan ketenangan yang luar biasa. Dengan banyaknya cerita kelam yang menjadi pondasi hidupnya, tak membuat dirinya menyerah akan dunia dan impiannya. Kemahirannya dalam mengolah tepug-tepung menjadi makanan adalah hal yang patut di cemburui. atas semua kehendak orangtua yang dititahkan kepadanya, tanpa adanya penolakan, menerima nya dengan tangan terbuka. Bukan lemah, bukan. Hanya saja ada kesabaran yang luas dan kelapangan dada yang mendorongnya.
Bukan hanya itu, mencintai seseorang semenjak usia belia hingga menua, dari waktu ke waktu, tanpa mencoba merubah sesuatu atau mengharapkan hal lain, adalah sebuah perjuangan yang besar. Menerima segala kekurangan dan kelebihan, menerima kehadiran serta kehilangan. Menerima bahwa hidup bukan hanya tentang dirinya.